Cara Menghilngkan Sifat Egois Dalam Islam

Dealing_With_a_Jealous_Partner_H-700311

Pribadi egois adalah pribadi yang melihat segala sesuatu dari kacamatanya. Dia tidak bisa memahami pikiran orang, perasaan orang, dan selalu menuntut orang untuk mengikuti pendapatnya. Pribadi egois juga pribadi yang mementingkan dirinya sendiri, ia tidak bisa mempertimbangkan kebutuhan orang, senantiasa mengedepankan kebutuhannya di atas kebutuhan orang lain.

Dapat disimpulkan bahwa pribadi yang egois adalah pribadi yang susah sekali untuk tulus, sebab ujung-ujungnya untuk kepentingannya sendiri.

Ada beberapa tips untuk menghilangkan sifat egois:

1.Selalu berpikiran baik (husnudzhon) pada orang lain, jangan biarkan pikiran negatif masuk kepikiranmu.

2.Jangan suka membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

3.Kembangkan empati kita pada orang lain.

4.Kembangkan sikap melayani dan mendahulukan kepentingan orang lain.

5.Perbanyaklah senyum, ingat selalu bahwa senyum itu ibadah.

Sekali lagi, semua kembali ke diri kita masing-masing. Dan jangan lupa berdo’a kepada Allah agar hati kita dapat di kontrol dan kita selalu diberikan hidayah-Nya. Karena hanya Allah yang dapat membolak-balikkan perasaan manusia.

Egois adalah sifat yang tumbuh alami dari dalam diri manusia. Karena saking alaminya, sampai manusia tidak menyadari kehadiran sifat egois itu sendiri. Sampai sekarang pun belum ada obat yang bisa menghilangkan sifat egois dari dalam diri manusia. Obat yang dicari adalah bukan obat berbentuk kapsul atau tablet, bukan pula berbentuk sirup yang diberikan oleh sang dokter. Rasûlullâh SAW bersabda : “Kita baru kembali dari satu peperangan yang kecil untuk memasuki peperangan yang lebih besar…’, yang membuat para Sahabat terkejut dan bertanya, “Peperangan apakah itu wahai Rasûlullâh ?”Rasûlullâh berkata, “Peperangan melawan hawa nafsu.” (Riwayat Al Baihaqi) Perang melawan hawan nafsu adalah perang yang sesungguhnya. Filsafat kuno juga menyebutkan, musuh terbesar adalah diri sendiri. Karena dalam diri manusia terdapat sifat-sifat buruk. Amarah, dendam, iri, dan benci adalah contoh sifat manusia buruk. Begitu juga dengan egois.

Untuk itu, melawan musuh yang ada dalam diri sendiri sangat sulit. Maka sebenarnya, saat ini secara tidak langsung kita sedang berperang melawan diri sendiri. Berperang melawan sifat sifat buruk yang timbul secara alami di dalam diri kita. Mungkin hanya kebesaran iman kitalah yang mampu melawan itu semua. Hanya imanlah yang mampu menjadi obat penawarnya untuk melawan egois itu. Abu Bakar Al-Warraq berkata :“Jika hawa nafsu mendominasi, maka hati akan menjadi kelam, Jika hati menjadi kelam, maka akan menyesakkan dada. Jika dada menjadi sesak, maka akhlaknya menjadi rusak. Jika akhlaknya, maka masyarakat akan membencinya dan iapun membenci mereka”. Dengan mengedepankan iman, tentu sifat-sifat egois yang terdapat dalam diri kita akan bisa diredam. Bantuan Allâh swt lah yang menjadi tumpuan terakhir agar kita terbebas dari sifat-sifat buruk itu, dan selalu dalam bimbingan-NYA. Semoga kita termasuk kedalam hamba-hamba yang mendapat perlindungan Allâh swt. Amîn