Jangan Hilangkan Manisnya Iman, Hanya Karna Tidak Ingin Menundukan Pandangan

tunduk pandangan

Kalian pergi keluar sana dan tetap tundukkan pandangan kalian,

Ini sunnahnya, semakin lama kalian melakukannya, semakin banyak pahala yang kalian dapatkan.

Dan semakin sulit untuk menundukan pandangan, semakin besar pahalanya.

Tapi bukan seperti ketika kalian melihat orang yang jelek, dan mengucapkan “ Astaghfirullah, menundukkan pandanganku. “

Saudara, itu mudah dilakukan. Tapi ketika kalian melihat sesuatu yang ingin.. ingin kalian LIHAT!, saat itu tundukkan lah pandangan kalian.

Rasulullah S.A.W bersabda kalian pada saat itu Allah akan memberikan kalian.. Dia akan membuat kalian merasakan manisnya iman!

Dan saudara, kalian ingin menguji ini? Kalian menguji ini.. pergilah keluar sana selepas ceramah ini.. dan ketika kalian bernafsu untuk melihat, jangan LIHAT!

Dan dalam do’a kalian, ibadah kalian, dalam sholat kalian, dalam Qur’an kalian, apapun itu..

Allah akan membuat kalian merasakan manisnya iman. Dan aku sudah mencoba ini dalam beberapa kesempatan. Dan dalam setiap kesempatan, aku telah merasakan manisnya iman!

Dan aku menganjurkan kalian mengujinya, lagi dan lagi.. dan kalian akan menemukan bawha sabda Rasulullah S.A.W benar-benar tepat!

Setiap kali kalian melihat wanita, kalian berpaling, “Aku takkan melihat”, ada lagi disana! “Aku takkan melihat”, ada lagi di sana.

Di segala penjuru, karena mereka berpakaian tidak pantas sedangkan kalian adalah lelaki!

Dan saudaraku aku memberi tahu kalian.. jika kalian tetap melihat!! Kapan kalian akan berhenti melihat? Kapan? Kapan kalian akan menundukkan pandangan?

Salah satu ulama, dia menceritakan sebuah kisah tentang seseorang pria di Amerika Serikat. Dia seorang penceramah agama. Dia memasuki lift, dia masih muda. Dan ketika berada didalam lift, lift-nya berhenti pada lantai tertentu, kemudian seorang wanita memasukinya, dia berpakaian setengah telanjang, dan pemuda itu menundukan pandangan nya, dan tak melihat wanita itu. Wanita itu merasa tersinggung dan kesal. Pertama kali dalam hidupnya, seseorang tidak mau melihatnya, dan wanita itu mengetuk-ngetuk lantai, wanita itu mencoba membuat suara, sedangkan hanya ada mereka berdua didalam lift. Dan pemuda itu tetap menunduk, pemuda itu tidak berkata apa-apa. Lift pemuda itu berhenti, sedangkan si wanita masih naik lagi. Ketika pemuda itu keluar, wanita itu mengikutinya, ini kisah nyata.

Wanita itu keluar di belakang nya dan berkata “Hey, kau tahu, aku sangat tersinggung. Apakah aku begitu jelek, buruk rupa, dan kotor sehingga bahkan kau tak mau MELIHAT?”. Di sini si wanita terus terang. Inilah bagaimana para wanita dilatih, bahwa mereka harus memikat pria, “Jadi apakah aku JELEK sehingga kau tak mau MELIHAT?” . Dan pemuda itu berkata “Dengar saudariku, kau tahu, aku seorang Muslim, Aku sangat menghargaimu, sungguh, dan aku punya seorang istri, dan aku tak akan.. aku tak mau menghinakan diriku dan dirimu dengan.. kau tahu, melihatmu.. Apa manfaatnya bagiku?” Dan pemuda itu menjelaskan kepadanya dengan indah dan wanita itu menanyai nomornya.

Sekarang bayangkan, jika seseorang meminta nomor kalian, Masya Allah.

Dan dengan hormat, pemuda tu setuju dan dia berinisiatif untuk mengundang orang-orang agar mengajarkan islam kepada wanita itu.. Setelah beberapa lama.. wanita itu masuk islam (Allahu Akbar..)

Dan wanita itu berkata “Islam telah membebaskanku dan menjadi seseorang yang tak dapat meninggalkan rumah, tanpa setengah jam di depan cermin, tanpa menghabiskan uang untuk membeli bermacam-macam merek pakaian, islam telah membebaskanku, aku cukup mengenakan hijab hitam dan berjalan keluar. Itu sudah cukup!”