Benar Kata HTI, BPJS Mendzolimi!

BPJS Kesehatan. DOK. Sholihah.web.id
Sholihah.web.id, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan sebuah ormas yang sejak awal kemunculan kebijakan BPJS pada 2012 lalu begitu keras menolak dan mengharamkan. Sudah hampir 5 tahun HTI gencar mengkampanyekan UU SJSN dan UU BPJS yang berbahaya bagi rakyat atas dalih jaminan sosial. Hal ini dapat ditemui hampir dari setiap media, buletin, majalah, aksi, talkshow, dan beragam agenda yang dilancarkannya. Seolah jika ada golongan yang menolak berarti berada di kubu HTI. Arsip penolakan yang sangat banyak ini bisa ditemui di sini .

Dilansir dari akun pribadi Facebook salah satu DPP-HTI, Ihsan Abdul Djalil, ia mengungkapkan ''orang-orang yang dulu mencibir sikap keras penolakan HTI terhadap BPJS, kini ramai-ramai ikut menolak juga. Bukan hanya kalangan rakyat pengguna jasa BPJS, tapi juga dokter, bahkan direktur rumah sakit pun mengeluhkan buruknya layanan BPJS. Terbaru, para kepala daerah bahkan berencana menggugat kebijakan BPJS ini karena mendapati rakyatnya hanya mendapatkan pelayanan ala kadarnya padahal mereka sudah membayar kewajiban membayar iuran secara penuh.''
Berikut sholihah.web.id paparkan beberapa berita penolakan BPJS yang ada di media:
  • Dokter Keluhkan Rendahnya Tarif Jasa BPJS. Bayangkan saja, jasa dokter dipatok hanya Rp 2.000 per pasien: klik disini
  • Direktur RSUD Taman Husada Bontang Keluhkan BPJS: Klik disini
  • Bupati Gowa gugat BPJS Kesehatan ke MK: Klik disini
Dulu, para dokter, direktur rumah sakit, dan pejabat ini mengelak pendapat HTI dan mendukung program pemerintah. Tapi kini, mereka getol ikut melakukan penolakan bahkan menggugat keberadaan BPJS ini. Sebuah sikap yang sudah dipredikasi sejak jauh hari bahwa HTI begitu cerdas, politis, dan peduli terhadap urusan rakyat. [] AE