Masih Ragu Dengan Syariah? Ini Jawaban Islam Untuk Pemerkosa Yuyun

Pemerkosaan, DOK. Sholihah.web.id
Sholihah.web.id, Siapa yang tak geram dengan kasus Yuyun? remaja mungil yang digilir 14 pemuda mabuk hingga meninggal merupakan ironi hidup buah dari sistem demokrasi kapitalisme yang busuk. Tak ayal, di era saat ini beragam kasus kriminalitas melambung, tak terkecuali pemerkosaan. 

Namun na'as, di tengah kerusakan sistem kehidupan saat ini masih banyak orang takut dan menilai stereotip hukum Islam (syariah) dalam kacamata yang negatif. Beragam komentar publik yang mucul mengenai hukum Islam, baik muslim atau non-muslim, terkesan dipaksakan. Ada yang berkata hukum Islam bar-bar, tidak berprikemanusiaan, melanggar hak asasi manusia (HAM), dan lain sebagainya. Yang paling miris tentu menyangkut kaum muslim di negeri ini yang justru antipati dan enggan dengan hukum Islam (syariah). Lantas bagaimana jawaban Islam bagi kasus pemerkosaan, di tengah mencuatnya wacana hukum kebiri dan hukum mati? Ulasan khas redaksi Sholihah.web.id kali ini akan memaparkan bagaimana Islam menuntaskan kasus pemerkosaan.

Dikutip dari situs hizbut-tahrir.or.id, dalam pembuktian kasus pemerkosaan beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Jika mempunyai bukti (al bayinah) pemerkosaan, yaitu kesaksian empat laki-laki muslim, atau jika laki-laki pemerkosa mengakuinya, maka laki-laki itu dijatuhi hukuman zina, yaitu dicambuk 100 kali jika dia bukan muhsan, dan dirajam hingga mati jika dia muhsan. (Wahbah Zuhaili, Al FIqh Al Islami wa Adillatuhu, Juz 7 hlm. 358).

Sedangkan dalam hal berserikat dalam pembunuhan, maka orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan wajib dikenakan sanksi qishas (bunuh balik). Alasannya, hadits-hadits yang berbicara tentang sanksi pembunuhan, mencakup pelaku pembunuhan tunggal maupun berkelompok. Inilah yang disepakati oleh imam-imam madzhab.

Dan untuk kasus pemerkosa Yuyun, tentu Islam menjawab dengan tegas setelah benar-benar terbukti, maka dua hukum akan menjerat pelaku; hukum pemerkosaan dan hukum berserikat dalam pembunuhan. Masihkah pembaca ragu dengan Syariah Islam yang memberikan rahmat?.[] AE