Menakar Kecerdasan Felix Siauw

Felix Siauw. DOK. Sholihah.web.id

Oleh:
Aab Elkarimi*
Sholihah.web.id, Baru-baru ini GDI Analytics mengeluarkan rilis yang diambil dari Socialbakers tentang tiga penulis Indonesia dengan jumlah likers facebook terbanyak. Data itu menunjuk Raditya Dika diurutan pertama dengan lebih dari 4 juta likers, disusul Ustadz Felix Siauw dengan lebih 3,4 juta likers, dan Asma Nadia dengan lebih 2,9 juta likers. Sebuah komposisi yang menarik dimana seorang ustadz hampir mampu mengalahkan penulis pop jingkrak-jingkrak.

Hal ini tentu diluar dugaan, pada saat umat cenderung antipati dengan ceramah-ceramah keagamaan yang membuat nguantuk dan teler, lewat Felix Siauw semua itu dengan mudah disulapnya. Status-status ringan dari tangannya mampu tampil dengan anggun penuh kesejukan namun disatu sisi mengoyak pondasi pemikiran-pemikiran liberal yang menggerogoti bangunan pemikiran Islam. Dan kekuatan dari karakter tulisan felix siauw ini jika dianalisa lebih lanjut akan sampai pada aqidah aqliyah yang sering disinggung Syaikh Taqiyuddin Annabhani dalam bab awal kitab Nidzhomul Islam. Sebuah pemikiran mendasar yang lingkupnya tentang hakikat alam semesta, manusia, dan kehidupan yang manakala dipecahkan lewat pemikiran menyeluruh dan tuntas akan mengarah pada perubaan. Kebangkitan. Pemikiran ini merupakan satu-satunya pemikiran cemerlang (Al fikru Almustanir) yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal, dan menentramkan hati. Jadi wajar saja banyak logika-logika dari status felix siauw yang mampu menggugah dan bertanya hakikat keimanan secara rasional.

Perbedaan Felix Siauw dari kedua penulis yang masuk dalam GDI analytic jika ditelusuri pada tataran fakta akan terbukti bahwa felix siauw secara gaya dan ide-ide kepenulisan teramat non-arus, begitu berbeda dari ke dua penulis lainnya. Raditya Dika misalnya, mengangkat tema-tema menulis seputar budaya pop dan komedi remaja yang akan sangat wajar apabila naik daun karena secara alami diendors oleh budaya hidup hedonisme, ataupun Asma Nadia lewat beberapa novel-novel cinta yang dibalut kesan Islam yang juga sudah memiliki kavling dalam budaya pop remaja. Namun berbeda dengan Felix, jika pernah membaca buku karyanya tak akan lepas dari dalil, pemikiran, yang bagi penulis-penulis biasa, ah…. membosankan dan tidak menjual. Namun Inilah letak kecerdasan Felix Siauw yang mampu membawa pemahaman agama pada pengujian secara aqliyah dengan fakta-fakta yang terindra namun terkadang tak tersadari, mengemasnya dalam kerenyahan yang luar biasa, menguatkannya dengan logika-logika mematikan. Sebuah kerja menulis yang melelahkan. Maka wajar, atas usahanya ini banyak yang mengapresiasi, begitupun Sholihah.web.id. Selamat koh Felix!. [] Aab


*Pemimpin Redaksi Sholihah.web.id