Menancapkan Pacul Sedalam 60 Cm Ke Bagian Alat Kelamin, Kemana Izzah Muslimah Kini?

Ilustrasi DOK. Sholihah.web.id

Sholihah.web.id, Maraknya beragam kasus pemerkosaan yang kian sadis, menghadirkan pertanyaan besar di benak kita semua: dimana keberadaan izzah muslimah saat ini? Kemana larinya kisah khalifah Mu'tashim yang mengirimkan pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah hanya karena seruan seorang muslimah yang diganggu tentara romawi? 

Dan kini pudarnya pesona izzah muslimah harus terenggut hanya oleh gagang pacul. Pemerkosaan sekaligus pembunuhan sadis di Tangerang ini menyisakan luka yang teramat dalam. Luka yang definisinya melebihi tinta yang ada di bumi. Dan ini nyata! bukan dongeng!.

Redaksi solihah.web.id merangkum beberapa kronologis kejadian yang membuat derai air mata terjun secara sadis, Seperti yang dilansir tribunnews.com,

Enno Fariah alias EF (18), korban pembunuhan di Dadap, Kabupaten Tangerang, hasil penyidikan sempat diperkosa oleh tersangka secara bergiliran, yaitu RA (15), R (20), dan IP (24).

"Korban dibekap pakai bantal oleh salah satu tersangka hingga lemas. Setelah lemas, mereka memerkosa korban secara bergantian," tutur Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Sutarmo, Senin (16/5/2016).

Lalu, para pelaku membunuh pelaku dengan cara menancapkan pacul ke bagian alamat kelamin korban.

Akan berapa banyak lagi izzah muslimah yang terenggut secara sadis? Pasca Yuyun meninggal digagahi 14 pemuda mabuk, kini Eno meninggal dengan gagang pacul. Bukankah mereka seorang muslimah juga? Punya hak untuk dibela dan dijaga.

Ya Mu’tasim, Dimana kau kini? Bukankah dulu kau yang menyerukan Puluhan ribu tentara yang panjangnya mulai dari gerbang ibukota di Baghdad hingga ujungnya mencapai kota Ammuriah.

Ya, Mu’tasim, Dimana kau kini? Bukankah kau yang hanya karena seorang Muslimah yang dilecehkan kafir Romawi dan berteriak ‘Wahai Mu’tasim” maka kau tersentuh hatinya dan terbakar ghiroh Islamnya sehingga dilancarkanlah serangan penaklukan ke Ammuriah?

Ya, Mu’tasim, akankah kau datang lagi dengan sosok berbeda untuk membela kita?.[] EY