Nasihat Syaikh Taleb Awadallah Untuk Para Pejuang Syariah Dan Khilafah

Dok. Sholihah.web.id

Pembaca Sholihah.web.id yang budiman, sungguh penegakkan kembali Syariah Islam dalam bingkai Khilafah merupakan keutamaan yang menjadi induk dari segala keutamaan dien ini. Ketiadaan Khilafah telah menyebabkan menderita dan terpuruknya kaum muslimin dari segala aspek, bahkan hanya untuk menegakkan tauhid di lingkup keluarga yang saat ini tengah porak poranda dan kebanyakan sudah kepayahan dan angkat tangan. Ketiadaan Khilafah ini meniscayakan tiadanya Syariah yang sempurna dalam kehidupan, sehingga wajar para ulama menyebut ketiadaan Khilafah sebagai “Ummul Jara’im” induk dari segala kerusakan. Tentu, agama ini adalah agama realistis yang tidak cukup amalan-amalan nafilah individual tanpa pengamalan syariah secara kaaffah dalam kehidupan. Sungguh, agama ini akan benar-benar tertegak manakala aturan-aturan yang telah Syara’ gariskan itu terpatri dalam undang-undang Negara, diterapkan oleh para pemimpin-pemimpin takwa, dijalankan seluruh lapisan masyarakat, dan efeknya, makna Islam rahmatan lilalamin yang tentu bukan isapan jempol belaka. Maka menjadi para pejuang Syariah dan Khilafah merupakan ladang amal yang sangat besar.

Pembaca yang budiman, adapun beragam tantangan dalam perjuangan menegakan kembali Syariah dan Khilafah yang akan selalu ada itu merupakan sunnatullah dalam hidup. Sebuah proses yang akan menggodok ketakwaan kita hingga pada batas yang paling luhur. Pada saat itulah pengorbanan menjadi syarat mutlak dan taqwa hanya satu-satunya pegangan kita.  

Syaikh Taleb Awadallah merupakan salah satu dari sekian banyak cendekia muslim peritis dakwah Syariah dan Khilafah. Beliau merupakan sosok ulama mukhlis, pemikir yang ulung dan sangat menguasai beragam ancaman medan politis dakwah ini. Dalam Ahbabullah, salah satu kitab yang ditulisnya, beliau berpesan pada para pejuang Syariah dan Khilafah dalam menghadapi tantangan yang cukup berat, terlebih tantangan antara kepentingan personal dengan kepentingan dakwah. 

Berikut butiran-butiran nasihat dari Syaikh Taleb Awadallah:

“Seseorang tidak akan sanggup mengorbankan kepentingannya demi menerapkan pemikiran dan mengemban dakwah serta mengalami kondisi yang jungkir balik, kecuali orang pilihan. Yaitu mereka yang memiliki akidah yang kuat dan tekad baja, cikal bakal kebangkitan dan agen perubahan total. Pergolakan melawan kebatilan mengharuskan penentangan dan terang-terangan, tidak menjilat dan beradaptasi. Orang yang tidak memenuhi syarat-syarat dan karakter-karakter itu akan berguguran dan pasti berguguran bagaimanapun mereka menyembunyikan kelemahan mereka.

Masalahnya di sini terfokus pada nafsiyah dan dalam sejauh mana kesiapan pribadi-pribadi itu untuk melakukan pengorbanan selama mereka mengemban dakwah. Benturan antara mengemban dakwah dengan kepentingan tidak bisa dihadapi oleh semua nafsiyah. Kepribadian adalah interaksi timbal balik dan menyatu antara aqliyah dan nafsiyah. Bagaimanapun dalamnya pemikiran seseorang tetapi nafsiyahnya tidak seiring dengan jenis pemikirannya maka orang itu pasti akan bergoyang dan berguguran seperti buah yang tidak berguna (tidak matang). Kebutuhan dakwah terhadap orang-orang yang memiliki nafsiyah bagaikan raksasa yang disertai kesadaran merupakan sesuau yang sangat jelas. (Benturan antara kepentingan personal dengan dakwah begitu kuat dan hanya akan bisa dipikul oleh orang-orang yang memiliki kepribadian tangguh. Contoh dari orang terkenal yang jatuh dari jalan dakwah jelas sekali menunjukan hal itu”

Demikianlah nasihat besar dan indah yang senantiasa harus kita pegang dalam menghadapi tantangan dakwah. Untuk itu bersegeralah secara terus menerus menimpa diri untuk tangguh dalam medan dakwah ini.[]Aab