Meneguhkan Makna Politisasi Agama


Oleh: Irkham Fahmi Al-Anjatani

Sholihah.web.id, Politisasi agama itu ketika dalil-dalil agama yang sudah "qoth'i" (jelas dan pasti), semacam dalil haramnya pemimpin kafir, diubah2 menjadi "dzonni" (samar-samar), demi uang dan ambisi kekuasaan. Itu namanya memperjualbelikan ayat-ayat Allah. Padahal itu dilarang. Allah SWT. berfirman:

Dan janganlah kalian memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga yang murah, jika kalian memang benar-benar bertakwa kepadaku (Qs. Al-Baqoroh: 41).
Lah.. sekarang ulama-ulama DKI mengharamkan pemimpin kafir itu berlandaskan dalil-dalil yang bersifat "qoth'i", bahkan "jazim", kok masih saja ada yang bilang mereka sedang mempolitisasi Agama. Ini kesalahan!, yang ada justru mereka sedang menyuarakan dan mengamalkan dalil-dalil agama.

Meskipun diakui ada juga orang-orang maupun partai yang pragmatis dalam hal ini; mereka menolak pemimpin kafir dengan landasan dalil-dalil syar'i. Padahal dulu ketika elektabilitas pemimpin kafir itu naik justru mereka yang mengusungnya. Nah kalau seperti ini baru bisa disebut Politisasi Agama.

Dalam konteks Ahok saat ini, jika Anda mengaku muslim, Anda seharusnya memperhatikan kelompok yang benar-benar idealis, dan berdakwah bersama mereka, bukan mereka yang pragmatis. Jika terhadap kelompok yang idealis pun ternyata anda anti, coba sekarang saya bertanya pada anda, dalil yang membolehkan orang kafir jadi pemimpin itu apa? Coba jawab jika anda mengaku warga negara yang beragama!. []

Editor: Aab