Negara Pemalak!: Selebgram dan Youtuber juga akan Dikemplang Pajak


Sholihah.web.id, Baru-baru ini, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengaku pemerintah akan mengejar kewajiban perpajakan para pengguna media sosial yang menggunakan akunnya untuk mempromosikan suatu barang, atau jasa di media sosial.

Dikutip dari Viva.co.id, beliau menuturkan, "Pokoknya, seluruh potensi penerimaan negara dalam aktivitas ekonomi yang bisa menjadi objek dari perpajakan, tentu kami akan identifikasikan," jelas Ani, sapaan akrab Menkeu, saat ditemui di gedung parlemen Jakarta, Kamis 13 Oktober 2016.

Perkembangan media sosial dalam beberapa tahun terakhir telah menjelma menjadi sebuah pasar yang menggiurkan. Banyak para pengusaha yang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan barang ke para pengikutnya (followers).
Contohnya, Selebgram yang semakin menjamur di Instagram dan Youtuber, yang selama ini meraup pundi-pundi keuntungan dari iklan-iklan sebuah produk.

Komentar redaksi:

Dalam sistem ekonomi neoliberal yang dianut rezim saat ini, sebuah negara menjadi mustahil dikatakan maju jika pajak tidak digenjot. Alhasil saat ini pendapatan utama negara Indonesia hampir 80% nya dari pajak. 

Pertanyaan besar yang seharusnya muncul: memang sumber daya alam Indonesia yang katanya sedemikian kaya itu dikemanakan? dijual ke asing?.[] Aab