Kita Tidak Sedang Bercanda: Al-Qur'an Dihina Kita Marah, Jarak Jakarta-Ciamis Tak lagi Masalah


Sholihah- Apalagi yang mampu menggerakan ribuan hingga milyaran manusia kalau bukan akidah?. Ketidakjelasan kasus Ahok sang penghina qur'an telah membuat semua kaum muslimin geram. Di lapangan sangat terlihat kesan perlindungan dari pihak tertentu bagi sang penista Al-qur'an ini. Alih-alih  ditangkap, malah pihak penuntut yang dibui, kaum muslimin dipersalahkan, PO Bus ditekan, kita marah dituduh radikal, sedang sang kafir penista hingga kini masih bebas berkeliaran.

Kaum muslimin sepanjang sejarah adalah mereka yang kuat secara prinsip dan pantang mengingkari janji. Awalnya isu berjalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta untuk menuntut kafir Ahok ditangkap dianggap sebagian besar orang hanya sekedar kata-kata, ternyata diluar dugaan, mereka benar-benar berangkat. Jarak 270 KM bukan tanpa alasan mereka tempuh, pasca ada surat edaran pelarangan PO bus untuk menuntut peserta aksi damai mereka nekat demi membela Qur'an yang dinistakan. Begitulah kaum muslimin, mereka telah mampu memetakan bahwa kenikmatan terbesar adalah ketika bersusah payah menapaki jalan iman.



Konsekuensi keimanan telah memecut punggung yang takut untuk tegar dan berani, melejitkan semangat jihad membela Islam, menapaki setiap langkah terik panas dengan sabar, menegupkan jiwa dengan dzikir. Titisan mental mujahid akan terus melekat seiring dengan keimanan yang tertancap kuat.

Lalu bagaimana dengan pembela Ahok? Perlukah kita isthighosah mendoakan kaum muslimin pembela kafir sang penista Al-Qur'an? Bagaimana nanti pertanggung jawaban di akhirat kelak?. []

Redaksi