Obama terganti, Presiden Amerika kini Anti Islam dan Rasis


Bukan isapan jempol belaka ketika Samuel P. Huntington pernah menulis tentang the Clash of Civilization, Sebuah tulisan yang mendeskripsikan pertentangan peradaban Islam versus barat. Dengan hadirnya Trump yang menahkodai Amerika saat ini agaknya clash itu akan semakin nyata,


Sholihah.web.id - Masih ingat nama Donal Trump? Sosok konglomerat yang terkenal pada akhir 2015 lalu dengan pendapatnya yang melarang kaum muslim dan warga negara lain masuk AS. Ya, kini Donal Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat.

Dilansir dari Reuters Sejumlah pemimpin negara telah menyuarakan ucapan selamatnya pada Donald Trump. Partai Republik kembali mengamankan kursi penguasa setelah dua periode dikendalikan Demokrat. Redaksi sholihah kali ini akan merangkum beberapa poin penting dari terpilihnya Trump sebagai presiden AS.

Pemimpin Dunia Berebut Ucapkan Selamat

Perdana Menteri Inggris, Theresa May mengucapkan selamat pada Trump yang menang setelah kampanye yang keras. "Inggris dan AS telah menjalani hubungan spesial berdasarkan nilai kebebasan, demokrasi, dan enterprise," kata May.

Ia berjanji hubungan kedua negara akan tetap kuat. Kedua negara akan tetap jadi rekan dekat dalam perdagangan, keamanan, dan pertahanan. May mengaku tidak sabar untuk bekerja sama dengan Trump.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak juga menjadi salah satu yang pertama mengucapkan selamat pada Trump. Dalam pernyataannya, Najib mengatakan kesuksesan Tryno menunjukkan bahwa politisi tidak boleh mengecewakan pendukung.

Menurutnya, janji-janji Trump lah yang membuatnya menang melenggang ke Gedung Putih. Trump janji untuk fokus pada kepentingan dan kesejahteraan mereka. Juga mengurangi intervensi asing yang terbukti melawan kepentingan AS.

Kemenangan Trump Memperberat Hubungan Indonesia-Amerika

Kemenangan Donald Trump dalam pertarungan kursi presiden di Amerika Serikat mengejutan berbagai pihak, termasuk dunia internasional. Trump dinilai merupakan sosok yang kontroversial dengan berbagai kebijakan yang dikampanyekannya, termasuk sentimennya terhadap masyarakat Muslim.

Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, Evi Fitriani, menilai kemenangan Trump ini justru akan membuat hubungan Amerika dengan negara Muslim, termasuk Indonesia akan menjadi lebih berat.

"Buat kita nanti meningkatkan hubungan dengan Amerika sulit, akan agak berat, akan rasis. Memperberat hubungan kita dengan Amerika," kata Evi saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (9/11).

Pertentangan Barat Vs. Islam Semakin Nyata

Bukan isapan jempol belaka ketika Samuel P. Huntington pernah menulis tentang the Clash of Civilization, Sebuah tulisan yang mendeskripsikan pertentangan peradaban Islam versus barat. Dengan hadirnya Trump yang menahkodai Amerika saat ini agaknya clash itu akan semakin nyata, dan upaya kaum muslimin untuk membentuk peradaban baru akan secara terang-terangan ditentang.[]

Editor: Aab
Diolah dari berbagai sumber