Sepanik inikah Rezim dengan Aksi 2 Desember?


...bahwa diantara mukjizat Nabi adalah ditimbulkannya rasa gentar di hati kaum kafir dan munafik saat menghadapi kaum muslimin. Hanya mendengar takbir saj, mereka sudah terkencing-kencing.

Oleh: Irkham Fahmi

Di Depok, sudah disiapkan personel TNI dan Polri untuk menghalau massa; tdk boleh ada yg lolos sampai Jakarta. 
Di Sidoarjo dan Ponorogo pengusaha bis diancam ditutup usahanya jika angkut pendemo ke Jakarta. 
Di Ngawi wanita bercadar dilarang ambil uang di BRI. 
Di beberapa tempat, ATM sdh mulai tdk disediakan uang cash. 
Di Lampung peserta aksi didatangi Densus. Banyak pondok dan kantor ormas yang didatangi intel kodim, koramil, dan polres dengan pesan yang sama: Jangan ke Jakarta.

James Riady (pengusaha Cina) tiba-tiba turun gunung langsung dalam acara rapat intern NU, dan menjanjikan sesuatu, bahkan rela tidak dapat saham pun mau dari RS milik NU. 
Polda Metro Jaya juga telah minta fatwa NU tentang sholat Jumat di jalan.
Buni Yani dikriminalkan. Pengunggah video Kapolda Metro jg ditangkap. MUI distop dananya, dan kewenangan sertifikasi halal diambil alih. Megawati tiba-tiba datang ke istana, apa hanya untuk makan bakmie?

Jelas terbaca, panik panik panik....!

Saya jadi bertanya-tanya. Kira-kira, semengerikan itukah gema suara takbir di hati "mereka"? Bagi kita, bukankah itu seruan yang sangat indah dan menghentak semangat?

Jadi teringat....bahwa diantara mukjizat Nabi adalah ditimbulkannya rasa gentar di hati kaum kafir dan munafik saat menghadapi kaum muslimin. Hanya mendengar takbir saj, mereka sudah terkencing-kencing.

Jadi ingat....andai tiap idul fitri dan idul adha.kaum muslimin betul-betul murni bertakbir, dan bukannya sibuk menabuh musik, efeknya pasti lain. Izzah kita akan bangkit, dan musuh-musuh kita akan mengkeret.

Ingat, takbir adalah proklamasi bahwa hanya Allah satu-satunya yang terbesar, sehingga seketika itu pula semua selain-Nya menjadi kecil dan tak berarti!

Allahu Akbar!
Allahu Akbar!