Video Ngakak! Dialog Ibu ini tentang Aksi 412 Bikin Guling-Guling (Nempuluh atau Cepe?)


Sholihah.web.id, Aksi tandingan 212 yang digagas parpol pendukung Ahok dengan mengangkat tema 'Kita Indonesia' semakin membuat geli dan kocak hingga ngelay. Alih-alih mendapat simpati, netizen malah merespon dengan banyak tertawa dan kadang memaki. Beberapa momen sakral yang membuat aksi ini menjadi aksi terparno dan fenomenal sepanjang sejarah bisa membuat anda tertawa nyengir dan tercengang.

Beberapa momen itu terarsip rapih dan dibingkai oleh para netizen kreatif. Hanya karena pemilik parpol adalah pemilik media, di era saat ini ternyata tidak lagi bisa menjadi indikator kesuksesan opini yang dibangun sang kroni. Surya paloh sebagai ketua partai Nasdem dan juga salah satu dewan komisaris dari Metro Tv tak lepas dari kritikan dan candaan netizen. Akankah ini menjadi awal keruntuhan dari opini media sekuler?. Yuk cek ulasan redaksi sholihah kali ini.

Kitaa.. Kita.. Kita.. Kita.... ??

Kalau mengingat aksi bela Islam yang diusung  umat Islam pada 212 terdapat headline berupa kibaran panji hitam yang diarak 7 juta umat, icon yang nampak besar dalam aksi tandingan yang digagas kaum nasionalis sekuler ini adalah orasi dari Ketua umum Nasdem, Surya Paloh, Apalagi kalau bukan isi orasi dengan teriakan kita.. kita.. kita.... kita....

Berseragam Nasdem tapi Tidak Tahu Ketua Umum Nasdem

Yang unik dari salah satu video yang akan redaksi tampilkan adalah pengakuan dari salah satu peserta aksi Kita Indonesia berseragam Nasdem yang diwawancarai salah satu netizen usil. Berangkat pukul setengah 5, dengan 25 bis, peserta rombongan seribuan simpatisan, eeeehhh.. ternyata gak hafal siapa yang brewokan sering tampil di TV itu.

Ibu yang membawa rombongan 2 RT, nempuluh atau cepek?

Nah ini yang bikin ketawa ngacir. dalam video yang diunggah netizen dan menjadi sangat viral ini adalah percakapan seorang ibu yang mengaku membawa peserta dari dua RT yang setiap RTnya 5 orang ternyata kecolongan soal bayaran.

Pokoknya lucu abis, Yuk cek ramai-ramai videonya disini:



Editor: Aab Elkarimi