Wacana Kebangkitan Islam Kian Nyata, Diawali dengan Tuntutan bagi Ahok Sang Penista


Namun kini perasaan umat telah disatukan dengan momentum kemunculan kafir Ahok yang fasis, kasar, arogan, sekaligus penghina Qur'an. Momentum ini telah melekatkan kekuatan yang terpecah; para santri yang cenderung menyepi telah hadir dan menginspirasi dengan berjalan kaki, Gerakan mahasiswa telah hadir pertamakali mengawali penegasan akan penolakan pemimpin kafir dengan mencuatnya video Boby. dan ulama telah berhasil menghimpun jutaan umat untuk turun andil memperjuangkan satu ayat Al-Qur'an yang dinista. 

Oleh: Aab Elkarimi

Sholihah - Tidak ada yang mengira sebelumnya untuk berpikir kembali tentang hakikat kebangkitan sebuah peradaban Islam kecuali hanya dari segelintir orang saja. Kondisi umat yang porak-poranda dengan sistem nilai jahiliyah kapitalisme telah membuat mereka merasa dekaden dan sangat tertinggal, sehingga untuk menjawab pertanyaan sederhana "apakah kita akan bangkit?" banyak yang kebingungan dan garuk-garuk kepala.

Kini arus itu semakin terlihat, sedikit-demi sedikit perasaan perlunya umat ini untuk kembali pada Al-Qur'an semakin membaja di setiap dada-dada para penjaga Islam. Para ulama yang ikhlas, para cendekiawan yang hanif, para mahasiswa yang berani, para buruh yang terjaga dari riba, para guru, para petani, semua umat, semua rakyat, berduyun-duyun memunguti asa revolusi peradaban menuju Islam. Menyatunya semua elemen ini sangat jarang ditemui dalam sebuah arus besar perubahan yang kebanyakan didominasi oleh satu entitas saja, sebut saja mahasiswa atau buruh misalnya.

Namun kini perasaan umat telah disatukan dengan momentum kemunculan kafir Ahok yang fasis, kasar, arogan, sekaligus penghina Qur'an. Momentum ini telah melekatkan kekuatan yang terpecah; para santri yang cenderung menyepi telah hadir dan menginspirasi dengan berjalan kaki, Gerakan mahasiswa telah hadir pertamakali mengawali penegasan akan penolakan pemimpin kafir dengan mencuatnya video Boby. dan ulama telah berhasil menghimpun jutaan umat untuk turun andil memperjuangkan satu ayat Al-Qur'an yang dinista. Allahuakbar!. Bayangkan, barakahnya persatuan ini hanya karena satu ayat Al-Qur'an saja. Bagaimana jika semua ayat dalam Al-Qur'an kita perjuangkan, kita terapkan?. Meninggalkan hukum jahiliyah produk dari demokrasi kapitalisme.

Tentu saja hanya barakah Allah lah yang akan bertebaran di bumi pertiwi ini. []